WHAT'S NEW?
  • We are happy to share the Korean edition with you. READ MORE
  • Don’t miss the newest edition – The Chinese manual READ MORE
  • New: Case studies on investigative reporting from the Balkans READ MORE

Setelah jatuh bangun melakukan investigasi dan merasa temuanmu akan punya dampak,tanyakan pada dirimu,‘Apakah saya memang memiliki berita untuk disampaikan?’ Pertanyaan ini berkaitan dengan cara Anda mengembangkan serta menuliskan laporanmu, hal yang amat penting jika ingin menghasilkan berita investigasi yang luar biasa dan cemerlang.

Agar beritamudapat mempengaruhi pembaca, Anda perlu memikirkaninti liputanmu dan memberikan gambaran yang paling kuat. Guna menangkap perhatian pembaca, jurnalis senior America, Stephen Franklin,menyarankan ‘membuat lead yang sangat personal, sebuah paragraf pembuka yang kuat menggambarkan latar beritanya.Penting untuk hanya memberikan rincian yang paling mendasar pada lead.Detail lengkapnya Anda uraikan kemudian’. Tetapi juga penting untuk secara jujur menulis apa yang telah Anda temukan. Jangan mencoba membuat gambaran yang mungkin tidak cocok dengan fokus tulisanmu, atau berusaha mencari sensasi dari kejadian atau kecelakaan yang diberitakan. Mendapatkan kepercayaan audiensmu sangatlah penting dan narasi awal yang kelirubisa merusak usaha tersebut.

Setelah Anda menyajikan semua informasi, tutup beritamu dengan kesimpulan yang didukung fakta. Laporan investigasi yang ideal adalah yang memberikan bukti mutlak --- sebuah ‘pistol yang masih berasap’ --- yang menegaskan bahwa orang yang dituding memang telah melakukan kesalahan sesuai dugaanmu. Tapi sering kali, laporan investigasi yang kedengarannya meyakinkan ternyata sulit dimengerti karena penulis sembrono menggunakan istilah, memilih bukti, atau dalam menghubungkan bukti satu dengan yang lainnya. Lebih buruk lagi, beberapa bagian dari laporan yang buruk itu boleh jadi merupakan fitnah.