WHAT'S NEW?
  • We are happy to share the Korean edition with you. READ MORE
  • Don’t miss the newest edition – The Chinese manual READ MORE
  • New: Case studies on investigative reporting from the Balkans READ MORE

Gunakan kutipan untuk menekankan suatu poin, bukan untuk mengisahkan seluruh cerita, dan kutipan seharusnya menambah informasai bukan sekadar mengulanginya. Hindari penggunaan kutipan yang mengungkapkan informasi dan fakat yang mendasar. Kutipan sebaiknya digunakan untuk menunjukkan percakapanmu dengan narasumber, tapi bukan sebagai pengganti analisamu atas informasi yang diberikan si narasumber.

Terlebih dalam sebuah investigasi, penting untuk mengutip kata-kata persis seperti yang diutarakan narasumber kepadamu. Pengecualiannya adalah:

Ketika apa yang dikatakan seseorang sangat sulit dimengerti, atau merupakan olokan dan tidak memberikan tambahan ‘rasa’ pada berita.
>   Kata-kata makian yang tidak senonoh, jika tempatmu bekerja tidak mengizinkannya.
>   Kata-kata pengisi seperti, ‘jadi’, ‘kan’, ‘saya rasa’. Ini tidak perlu dan tidak menambahkan apa pun.

Tambahkan kutipan dengan saksama dan sebutkan sumber bagi informasi apapun yang tidak Anda amati sendiri. Dalam sebuah laporan investigasi, Anda harus lebih berhati-hati dalam memberikan atribusi, karena pembaca menilai kualitas buktimu sebagian berdasarkan kredibilitas sumbernya. Jelaskan seterang mungkin saat ada pembicara baru memasuki ceritamu. Bila, karena beragam alasan, Anda tidak dapat menguraikan siapa orang itu, jelaskan mengapa:‘Perusahaan akan memecat saya jika mereka tahu saya menunjukkan ini kepada Anda,’ kata orang yang diwawancarai.

Saat menggunakan kutipan pastikan untuk memilih dan menuliskannya dengan baik:

>   Baris yang mendahului sebuah kutipan harus membantu pembaca memahami apa yang akan terjadi selanjutnya.
>   Pengantarterhadap sebuah kutipan mesti dimasukkan juga dalam baris pendahuluan.
>   Kutipan menambahkan nilai; jangan pilih kata-kata narasumber yang tidak menambahkan apa pun, dan jangan melakukan pengulangan.
>   Tetap gunakan ‘katanya’ untuk menggambarkan ucapan. Kata lainnya (‘tegasnya’; ‘klaimnya’; ‘sanggahnya’) dapat menyebabkan tambahan pelintiran yang tidak perlu, atau (‘sangkalnya’, ‘bantahnya’) mungkin akan salah dipahami pembaca. Hanya bila Anda yakin itu akurat, Anda bisa menggunakan istilah untuk mempermanis tulisanmu.
>   Ketika memparafrasakan kalimat narasumber, jangan berputar-putar. Jaga rasa dan nada asli si narasumber. Jika seorang juru bicara mengatakan ‘Kami tidak mempunyai anggaran,’ jangan memparafrasakannya, ‘Dia mengatakan bahwa perusahaannya tidak siap mengeluarkan dana untuk ini,’ yang menyiratkan sikap, bukan hanya situasi keuangan.