WHAT'S NEW?
  • Don’t miss the newest edition – The Chinese manual READ MORE
  • New: Case studies on investigative reporting from the Balkans READ MORE
  • Great news for journalists from Nepal: Our Nepali edition is online! READ MORE

Wawancara, seperti aktifitas komunikasi lainnya, merupakan proses dua arah. Hasilnya sangat bergantung padamu dan juga pada orang yang Anda wawancarai. Sebuah wawancara yang baik memiliki nuansa percakapan. Semua yang Anda lakukan atau katakan merupakan bagian dari strategi yang direncanakan untuk mendapatkan jawaban yang Anda butuhkan.

Sebelum melakukan wawancara, Anda harus benar-benar meneliti subyek beritamu dan mengetahui hubungan antara narasumbermu dengan hal itu. Antara lain Anda harus mendapatkan dokumen yang memberikan detail latar belakang untuk membantu menyusun pertanyaan yang tepat dan mencari penjelasan terperinci. Temukan letak masalahnya dan rencanakan wawancara dengan berbagai narasumber. Kalau tidak begitu, risikonya Anda akan tergantung pada beberapa orang atau narasumber saja yang sama sekali tidak sesuai. Misalnya, Anda akan tahu lebih banyak mengenai bagaimana majikan memperlakukan pekerjanya jika Anda pergi ke tempat di mana para petani, pekerja industri atau lainnya tengah diusir. Tidak mungkin Anda mendapatkan ‘daging’ semacam itu di kantor sebuah LSM yang berada di kota besar. Gunakan pemetaan data untuk menghubungkan apa yang Anda temukan di lapangan dengan kebijakan yang diterapkan, atau dengan komitmen dan anggaran. Bandingkan temuanmu dengan kejadian di tempat lain yang mirip, atau dengan kasus serupa di waktu-waktu sebelumnya. Persiapan awal ini memungkinkan Anda mengajukan pertanyaan yang relevan saat wawancara dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan.