WHAT'S NEW?
  • Don’t miss the newest edition – The Chinese manual READ MORE
  • New: Case studies on investigative reporting from the Balkans READ MORE
  • Great news for journalists from Nepal: Our Nepali edition is online! READ MORE

Berdasarkan tujuan dan situasi berita, Anda mungkin bisa menyelonong melakukan wawancara ‘tanpa janji’ (walaupun seringkali orang menganggap ini tidak sopan) atau ‘menelepon’ orang yang memiliki pengalaman dan memintanya bercerita. Bila Anda terus-menerus dihalangi untuk menemui narasumber yang ingin Anda ajak bicara, cobalah ‘mengintai’ aktifitas sumber itu untuk mencari peluang mendekatinya. Yang paling sering dilakukan wartawan adalah menantidi ruang tunggu atau lobi kantor orang itu, atau di acara publik di mana Anda tahu orang itu akan hadir. Namun, strategi ini bisa menjadi bumerang. Penting bagimu untuk tidak menunjukkan sikap seperti ingin menyergapnya. Cukup perkenalkan dirimu dengan sopan dan biarkan mereka tahu Anda hanya ingin berbicara. Jika ada kemungkinan langkah Anda menimbulkan kecurigaaa, Andabarangkali memerlukan perantara dari jaringan orang itu sebagai pembuka pintu. Permintaan wawancara dengan sebuah perusahaan, organisasi, pemerintah atau badan milik negara akan memerlukan pendekatan formal, biasanya melalui bagian humas. Bersikaplah sopan.

Anda mungkin akan terbantu dengan melatih kalimat-kalimat perkenalan singkat yang merangkum semua poin utamamu sebelum melakukan panggilan telepon atau bertemu seseorang. Di tahap ini, Anda harus memikirkan kapan akan mengungkapkan kepada mereka bahwa Anda seorang jurnalis. Juga pikirkan, dalam situasi seperti apa Anda perlu menyembunyikan profesimu dan berpura-pura menjadi orang lain (misalnyaseorang pedagang)? Bagaimana Anda akan memainkan ‘peran’ itu dengan meyakinkan?

Temukan cara untuk meyakinkan orang yang Anda ajak bicara secara tidak formal agar bersedia narasumber dan boleh dihubungi kembali di kemudian hari. Rencanakan dan buat daftar masalah untuk dibahas. Apa yang akan menarik perhatian orang itu? Bagaimana Anda bisa mendorong si narasumber untuk mendiskusikan masalah di tempat kerjanya? Apakah pendekatanmu terhadap pegawai negeri senior dan seorang pekerja bar akan berbeda? Bagaimana? Jangan pernah meremehkan kecerdasan orang-orang yang tampaknya hanya melakukan pekerjaan rutin! Berusahalan spesifik dan realistis mengenai waktu yang Anda perlukan --- 15 menit akan amat lama bagi seorang menteri, namun seseorang yang mengalami trauma mungkin memerlukan satu hari penuh sebelum mereka mulai membuka diri.

Kadangkala narasumber memintamu untuk memberitahu semua pertanyaanmu terlebih dahulu, Anda mungkin harus melakukannya. Tapi pada umumnya hal itu tidak dianggap sebagai sesuatu yang baik untuk dilakukan. Kalau mungkin berikan hanya garis besar dari topik yang ingin Anda liput.Membiarkan narasumber mengetahui daftar pertanyaan lebih dahulu --- kecuali bagi para pakar, yang mungkin memerlukan waktu untuk menyusun materi khusus --- akan menghasilkan wawancara yang kaku dan palsu. Selalu gunakan hakmu untuk mengajukan pertanyaan lanjutan agar mendapatkan lebih banyak detail.

Mungkin juga seorang narasumber menolak bertemu denganmu tapi memberikan pernyataan. Anda harus berdiskusi dengan redakturmutentang cara yang paling tepat mengatasi hal itu. Centre for Investigative Journalism menyarankan formula standar BBC: ‘Kami sudah mengajukan permintaan untuk wawancara tapi tidak ada yang bersedia, namun pernyataan berikut dikirim melalui faks kepada kami,’ diikuti oleh pernyataan tersebut secara lengkap.

Ketika seorang narasumber bersedia berbicara denganmu, pilihlah tempat yang sesuai. Rumah atau kantornya akan memberikan mereka sedikit keuntungan secara psikologis ---itu wilayah mereka --- dan mungkin membuat mereka merasa nyaman dan mengizinkan Anda bertanya sesuai konteks. Anda mendapatkan keuntungan psikologis di kantormu, tapi mungkin terlalu terbuka dan tidak memberikan narasumbermu rasa aman. Pikirkan tentang jalannya wawancara, apakah itu akan lebih berhasil di tempat umum atau di lokasi yang tersembunyi, pikirkan juga suasana yang ingin Anda ciptakan dan keramaian di sekitar, yang mungkin menghalangimu merekam percakapan.

Konfirmasikan semua detail lewat telepon, email atau faks, untuk wawancara formal, sehingga orang yang diwawancara tidak kemudian dapat mengatakan bahwa dia ‘lupa’. Jangan pedulikan sekretaris yang berjanji untuk ‘menghubungi Anda kembali’. Berikan selang waktu yang wajar bagi mereka untuk meresponsmu, lalu hubungi lagi. Bersikaplah gigih, tapi jangan menyebalkan.