Sebelum masuk ke dalam detail lebih lanjut mengenai perangkat keamanan yang populer, penting untuk memahami berbagai cara yang berbeda dalam penggunaan dan penyimpanan data dalam sebuah perangkat. Para pakar membedakan antara ‘data at rest’, ‘data in use’dan ‘data in motion’, kadang juga disebut ‘data in transit’.

Istilah “data at rest” merujuk kepada semua data yang tersimpan di dalam sebuah perangkat, yang tidak aktif. Data tersebut hanya bisa ditemukan pada hard drive, server, berkas-berkas elektronik atau basis data. Ketika melindungi data yang disimpan dalam jangka waktu lama, penting untuk memonitor siapa yang memiliki akses kepada informasi Anda atau folder-folder pada jaringan Anda.

Langkah pertama, mengubah kata kunci administrator. Kadang, tidak ada kata kunci administrator atau hanya ada kata kunci yang benar-benar pendek. Ini memudahkan para peretas memasuki perangkat Anda. Langkah kedua, menahan diri untuk tidak menggunakan komputer dengan hak akses administrator secara reguler. Sistem Window secara otomatis memberikan hak akses kepada pengguna biasa. Buat akun admin baru di komputermu dan gunakan hanya jika perlu. Batasi hak akses pengguna akun normalmu hingga minimum. Ini bisa melindungi komputer dari virus karena Anda tidak memliki hak untuk menginstal aplikasi lagi. Untuk mencegah orang lain menyalahgunakan hak akses kepada akun tersebut sebaiknya tidak menyediakan akun pengguna tamu.